Rabu, Mei 30, 2012

Cara Membuat Essay yang Baik dan Sistematis

bagaimana cara membuat essay yang baik dan sistematis

menurut wikipedia:
Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:

1. Menentukan tema atau topik
2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4. Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
6. Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
7. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.


saya kurang mengerti di point kedua, tolong dong anda berikan contoh menulis essay yang benar, lengkap dan sistematis (yang kurang lebih 1000 kata)

kemudian jikalau ada kutipan dari buku, bagaimana saya menuliskannya dan apakah memakai daftar pustaka?? klo ada di mana saya letakkan daftar pustaka, apakah di halaman yang sama atau di halaman yang berbeda
2. membuat garis besar ide-ide yang akan kita bahas

Misal saudara mau buat essay dengan tema: Keterlibatan Tuhan terhadap Kaum Miskin

garis besar ide-idenya:
1. Tuhan dan Kaum Miskin dalam Budaya Timur Tengah
2. Tuhan dan Kaum Miskin dalam Kisah Kitab Suci
3. Tuhan dan Kaum Miskin dalam Jeritan Mereka yang Termarjinalkan.etc

kalau ada kutipan dari buku, diakhir kata/kalimat yang dikutip biasanya diberi catatan kaki (Inset, reference, footnote, insert, kalau sudah keluar angka pada halaman paling bawah, tulis nama pengarang, judul buku (ditulis miring), penerbit, kota terbit, tahun. halaman dari kata/kalimat yang saudara tadi kutip.

jika mau diberi daftar pustaka, silakan lihat catatan kaki yang sudah saudara buat.
Pembuatan daftar pustaka biasanya dibuat pada halaman yang paling belakang, diurutkan sesuai dengan abjad. misal:
Anan, Bandirto.1976. Zamrud Katulistiwa. Merapi. Yogyakarta.
Sudibyo, Bambang (Nama di balik).1980. Era Orde Baru (judul buku dibuat miring). Kanisius. Yogyakarta

Struktur sebuah esay terdiri dari 3 tiga bagian:
1. Pengantar/Pengenalan (5% dari total essay)Biasanya 1 - 2 paragraf yang berisikan satu atau lebih hal-hal berikut ini: definisi masalah, pembatasan asumsi, istilah-istilah teknis yang digunakan dan tujuan penulisan, yang bisa menjelaskan secara seksama sebuah dalil yang kita ungkapkan.
2. Pembahasan/Argumentasi (85%-90% dari total esay)Bagian utama dari sebuah esay yang ditujukan untuk mengungkapkan bukti-bukti dalam bentuk: (a) logika penalaran pribadi, (b) teori-teori yang ada, atau (c) secara empiris melalui penelitian, yang relevan dengan masalah yang kita bahas. Dalam bagian ini kita memerlukan contoh-contoh, logika, teori, hasil penelitian yang masuk akal dan relevan dengan pernyataan-pernyataan yang tegas.Lebih baik lagi seandainya kita menyisipkan teknik devil's advocate atau kontra argumentasi dalam setiap pernyataan-pernyataan yang kita buat sehingga esay kita menjadi sulit untuk diserang.Dalam hal ini kita juga perlu mengumpulkan banyak bacaan dari topik yang dibahas dengan tentunya harus mencantumkan referensi-referensi. Hindari plagiarisme!Seandainya kita tidak bisa mendapatkan contoh-contoh dari teori, media, internet atau sumber-sumber yang lain, masukkan contoh-contoh dari pengalaman pribadi atau contoh praktis.
3. Penuntup/Kesimpulan (5%-10% dari total esay)Panjangnya penutup atau kesimpulan tergantung dari bagaimana kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kita ungkapan dalam bagian definisi masalah pada bagian pembukaan. Jawaban-jawaban ini sebenarnya berkaitan dengan bukti-bukti yang kita bahas pada bagian argumentasi/pembahasan yang masih dalam kerangka tujuan penulisan. Lebih baik lagi, kalau ada penekanan terhadap argumentasi yang paling kuat yang paling dikuasai pada bagian pembahasan.








Panduan Dasar Menulis Esai

Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus. Berikut ini
panduan dasar dalam menulis sebuah esai.

Struktur Sebuah Esai

Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf:
1. Paragraf pertama: Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. Tesis ini harus
dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca
diperkenalkan pada tiga paragraf berikutnya yang mengembangkan tesis tersebut dalam beberapa sub topik.

2. Paragraf kedua sampai kelima: Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Kalimat
pendukung tesis dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-
masing sub topik.

3. Paragraf kelima (terakhir): Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali tesis dan sub topik yang telah
dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sintesis untuk meyakinkan pembaca


Langkah-langkah membuat Esai

1. Memilih Topik

Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap
untuk menuju langkah berikutnya.

Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika
hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis
khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai
contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran
umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik
ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda
bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.

Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik
yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter.

2. Tentukan Tujuan

Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda
percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu?
Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.

3. Tuliskan Minat Anda

Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang
anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling
anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang
menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di
kepala.

4. Evaluasi Potensial Topik

Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus
mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan.
Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.

Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. Sama halnya dengan kasus
dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.

5. Membuat Outline

Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang
terorganisir.
1. Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas
2. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya
3. Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:
• Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik
• Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca
• Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut
4. Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi
yang mendukung ide utama

6. Menuliskan Tesis

Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah
menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin
penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:
• Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia
• Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang
panjang untuk memberantasnya, dst.


7. Menuliskan Tubuh Esai

Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan
memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada
outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.

Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:
• Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: “Pemberantasan korupsi di
Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang
lama”
• Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.
• Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan
atau diskusi
• Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.
• Setelah menuliskan tubuh tesis, anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan kesimpulan.


8. Menulis Paragraf Pertama
• Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.
• Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru untuk pembaca anda,
namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda buat.
• Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang anda maksud. Berhati-hatilah dalam
membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, anda harus menggunakannya
dengan tepat dan hati-hati.
• Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin anda.
• Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis anda.
• Tutup paragraf anda dengan pernyataan tesis anda.


9. Menuliskan Kesimpulan

Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada
pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas)
yang menggambarkan pendapat dan perasaan anda tentang topik yang dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk
menutup esai anda.


10. Memberikah Sentuhan Akhir
• Teliti urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf terlemah di
tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika naskah anda menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan
pada urutan yang anda buat.
• Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya
• Teliti tulisan. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda, memperkuat poin yang lemah. Baca dan baca kembali naskah anda.
• Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal?
• Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan bebearpa kata dan frase
untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya
• Teliti kembali penulisan dan tata bahasa anda.

Selasa, Mei 29, 2012

Cara Memakai Parfum (yang baik dan benar)

Cara Memakai Parfum (yang baik dan benar)

wearperfume.jpg
Prologue :
Beberapa hari terakhir, sejalan dengan semakin banyaknya yang mengakses blog-ku ini, baik itu sekedar membaca review parfum, mau berkonsultasi, iseng aja daripada ga ada kerjaan ataupun mau beli parfum (Nah, ini yang paling aku harapkan) tapi rata-rata pasti menanyakan “Gimana si Cara Pakai parfum yang baik dan benar ???“.
Photobucket
Well, karena bukan cuma sekali / dua kali pertanyaan ini muncul, dan agar tidak terjadi polusi udara akibat wangi parfum yang terlalu menyengat atau untuk mencegah anda ditertawakan oleh kekasih, teman atau siapapun yang melihat cara barbar anda memakai parfum seperti cara penggunaan body spray yang ada di tivi-tivi.
Photobucket
Akhirnya sekalian aja aku buat tutorial-nya :
Cara Memakai Parfum (yang baik dan benar) :
1. Kalau anda tidak menggunakan deodorant atau menggunakan deodorant tapi berbeda wanginya dengan parfum yang anda gunakan, maka lebih baik semprotkan parfum di ketiak kanan dan kiri anda, masing-masing sebanyak 1 semprot dengan jarak 15-20cm dari ketiak.
2. Gunakan di dada anda sebanyak 1 semprot dengan jarak 10-15cm dari dada.
3. Gunakan di leher kanan dan kiri anda masing-masing 1/2 (dibaca : setengah) semprot dengan jarak 3-5cm dari leher.
4. Gunakan di lengan kanan dan kiri anda masing-masing 1 semprot dengan jarak 10-15cm dari ketiak.
Epilogue:
Khusus untuk beberapa parfum beraroma sangat kuat seperti : Versace Blue Jeans, Aigner Black, Hugo Boss Dark Blue, Jean Paul Gaultier Le Male, Thierry Mugler Angel A Men dan Narcisso Rodriguez for Him maka untuk leher dan lengan hanya perlu 1/2 (setengah) semprot untuk bagian kiri-kanan.
Photobucket
Tanya Saja Donny:
Tanya : Apakah boleh jika saya menyemprot parfum di kulit (dada, leher, pergelangan tangan, dll) kemudian saya gosok-gosok?
Jawab:

Boleh saja, tapi hal itu akan menyebabkan top notes parfum hilang dan beralih ke heart notes bahkan mungkin base notes, efek yang ditimbulkan adalah parfum menjadi lebih soft. Cocok diterapkan untuk parfum yang beraroma sangat kuat seperti : Versace Blue Jeans, Aigner Black, Hugo Boss Dark Blue, Jean Paul Gaultier Le Male, Thierry Mugler Angel A Men dan Narcisso Rodriguez for Him.
Video dari Jean Paul Gaultier :

Happy Trying, tinggalkan komentar anda jika sudah mencoba tips di atas.
Photobucket

Karakter Seseorang Lewat Wajah

MASIH bingung menentukan pilihan tambatan hati? Kenapa tak mencoba "menguji"nya lewat cara yang lain? Misalnya dengan membaca raut wajah si dia. Lewat bentuk dahi, bibir, alis, dan lainnya kita bisa mengetahui karakternya, lho!

BENTUK WAJAH
Panjang dan tirus: orang yang memiliki bentuk muka seperti ini umumnya sabar dan memiliki keteguhan hati. Ia juga memiliki pribadi menarik dan tidak suka bekerja setengah-setengah.

Bulat: Bentuk muka bulat menandakan orang yang penuh dengan vitalitas dan harapan. Ia suka menjadi pusat perhatian dan mampu mengubah suasana kaku menjadi suasana yang penuh gelak tawa.

Lebar: Ia sangat tolerir, mudah jatuh iba, serta memiliki wawasan yang luas.

Persegi: Sifatnya individualis dan memiliki keinginan yang kuat dalam mencapai mimpinya. Pemilik wajah seperti ini termasuk orang yang tidak bisa diam dan cekatan.

DAHI
Licin: Tipe orang yang pemikir dan cepat mengambil keputusan.

Berkerut: Bila kerutan yang tampak berupa garis-garis horisontal, hal ini menunjukkan orang tersebut mudah marah dan memiliki antusiasme yang tinggi.

MATA
Tegang: Bila terdapat bagian putih mata di antara iris atau selaput pelangi dan bagian bawah kelopak mata pada kedua mata, menunjukkan orang tersebut tertekan dan khawatir.

Menantang: Bila bagian putih terlihat di bagian atas iris, berarti selain tertekan orang tersebut juga galak.

Terpisah: Bila bagian putih tampak di sekeliling iris, lebih baik hindari orang ini. Soalnya, hal itu menunjukkan orang tersebut tidak stabil secara kejiwaan dan gampang marah.

Garis-garis: Bila tampak garis-garis kecil di bagian luar mata, orang tersebut termasuk tipe yang ramah, mudah tersenyum, dan cenderung selalu merasa bahagia.


ALIS
Alis mata dapat menjadi indikator yang menarik mengenai cara berpikir seseorang.
Lurus: Alis mata yang horizontal menunjukkan tipe orang yang penuh dengan gagasan. Mereka senang berdebat.

Lengkung: Bila memiliki alis mata yang melengkung, orang tersebut termasuk tipe orang yang memiliki rasa humor yang tinggi.

Tipis: Termasuk tipe orang yang kurang percaya diri, terutama bila alis mata agak ke atas dan melengkung.

Menyambung: Bila melihat orang dengan alis mata yang menyambung, berarti Anda berhadapan dengan seorang pemikir dan Anda dapat mengambil manfaat dengan memberikan semangat kepada mereka untuk membagi gagasan-gagasannya.

KELOPAK MATA
Kecil: Bila jarak antara bagian atas kelopak mata dan bulumata sangat dekat, menunjukkan orang tersebut mandiri dan dapat menjaga jarak dengan orang lain.

Lebar: Kelopak mata yang lebar merupakan tanda sang pemilik memiliki sifat tidak mandiri.

HIDUNG
Kecil: Orang yang berhidung kecil umumnya memiliki pembawaan lemah, sering tidak dapat diandalkan, dan pikirannya gampang berubah-ubah.

Besar: Hidung besar menandakan orang yang mempunyai inisiatif, mantap, serta memiliki karakter yang kuat.

Pesek: Hidung yang besar tetapi pesek, biasanya pembawaannya tidak kaku dengan sekelilingnya. Pragmatis, hanya percaya pada dirinya sendiri, mudah bergaul, dan berani.

Mancung: Biasanya bersifat terus terang, kendati kadang agak pedas bila berbicara. Mengagumi diri sendiri, susah mengambil keputusan, dan peka.


TELINGA
Kecil: Biasanya merasa tidak aman tetapi pada umumnya tahu apa yang mereka inginkan. Mereka juga termasuk jenis pekerja keras.

Tajam: Bersifat kaku dan tidak santai.

Telinga yang berambut: Pemiliknya bersifat cermat dan teliti. Waktu dan tenaganya habis untuk hal-hal yang tidak penting.

DAGU & RAHANG
Rahang persegi: Bersifat keras dan memiliki kemampuan untuk membuat impian-impiannya menjadi kenyataan.

Dagu yang menonjol keluar: Merasa dirinya penting dan selalu benar. Menurut pendapatnya, tidak seorang pun yang benar kecuali dirinya.

PIPI
Pipi yang bentuknya bagus: Merupakan ciri-ciri dari sifat yang cekatan, berenergi, percaya diri dan dapat menerima kesalahan orang lain.

Lesung pipi: Selain membuat orang tersebut menjadi menarik, lesung pipi juga merupakan simbol keserasian dari pemiliknya.

BIBIR
Tebal: Bersifat murah hati dan senang membicarakan tentang dirinya sendiri.

Tipis: Bila bentuk bibirnya tipis dan bulat, merupakan tanda dari kepribadian yang tertutup dan peka.

Bibir atas tipis dan bibir bawah tebal: Menunjukkan tipe orang yang persuasif.

7 Cara Menghilangkan Bad Mood

7 Cara Menghilangkan Bad Mood

” Mood lagi nggak enak nih…”
Kata itu sering Terucapkan oleh kita,Pemicunya biasanya bermacam-macam.mulai dari Habis dimarahi,Dapet Berita Buruk atau Saat Datang Bulan.Sebelum kita bertingkah lebih aneh lagi,Kita bisa mengusir rasa Bad Mood dengan :
1. Fokus pada penyebabnya
kita harus bisa diam diri sejenak dan ambil nafas kita dalam-dalam .Lalu pikirkan apa penyebab Bad Mood anda,setelah itu baru kamu cari jalan keluarnya dengan berhati yang dingin.
2. Telepon Seseorang
Pilihlah seseorang yang bisa membuat BadMood anda dapat hilang seperti :o rangtua mu,kakakmu, sahabatmu, pacarmu.
3. Olahraga
Bila sedang Bad Mood anda bisa pergi olahraga sejenak,biar bisa menghilangkan rasa penat dihati.
4. Tertawa
Tertawa sangat ampuh buat menghilangkan rasa Bad Mood.
5. Mendengarkan musik
Inipun cara paling ampuh untuk menghilangkan rasa Bad Mood.dengan mendengarkan lagu-lagu favorit anda.
6. Istirahat
Istirahat sejenak bila dalam keadaan Bad Mood,mungkin dengan kita tidur rasa Bad Mood kita akan hilang.
7. Menangis
Bila kamu dalam kondisi yang sangat tertekan, tidak ada salahnya kalau kita menangis.Dengan menangis seluruh unek-unek dan perasaan mengganjal bisa keluar.setelah itu biasanya Mood anda akan kembali lebih nyaman dan tenang.se akan-akan masalah telah hilang atau pun lega.
mungkin hanya itu yang bisa penulis berikan semoga bermanfaaat!!!