Jumat, April 20, 2012

KEAJAIBAN MATEMATIKA

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
... 1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Hebatkan?
Coba lihat simetri ini :

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 123456789876543 21

kurang hebat,,,,
Sekarang lihat ini

Jika 101% dilihat dari sudut pandangan Matematika, apakah ia sama dengan 100%, atau ia LEBIH dari 100%?
Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.
Bagaimana bila ingin mencapai 101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi
jawabannya.

Jika ABCDEFGHIJKLMNO PQRSTUVWXYZ

Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%

H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%

K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.

Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%

atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%

Cinta Nabi SAW dan Tanda tandanya

1334888006750270378
Assalamualaikum wr wb
Sahabatku rahimakumullah,
Cinta adalah sebuah anugerah yang Allah SWT berikan pada setiap hati makhluknya. Sebagai manusia yang memiliki akal, kita harus bisa menempatkan cinta itu pada Allah SWT dan manusia yang tepat, manusia yang dapat membimbing kita meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat, yaitu Rasul Saw.
Kecintaan kepada Rasulullah Saw.adalah perintah agama. Dalam hadits dari Anas ra. Nabi Saw bersabda: “Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia.” (Muttafaq Alaih)
Dengan mengacu pada hadits shahih di atas, dapat kita ambil poin-poin berikut ini: Kewajiban cinta kepada Rasul Saw. , kenapa harus cinta Rasul Saw. ?, apa tanda-tanda cinta Rasul Saw. ?,
Pertama, Kewajiban Cinta Kepada Rasul Saw.
Berdasarkan hadits shahih di atas adalah dalil tentang wajibnya mencintai Nabi Saw.dengan kualitas cinta tertinggi, yakni kecintaan yang benar-benar melekat di hati yang mengalahkan kecintaan kita terhadap apapun dan siapapun di dunia ini. Bahkan meskipun terhadap orang-orang yang paling dekat dengan kita, seperti anak-anak dan ibu bapak kita. Bahkan cinta Rasul Saw.itu harus pula mengalahkan kecintaan kita terhadap diri kita sendiri.
Dalam Hadits Riwayat Imam Bukhari diriwayatkan, Umar bin Khathab berkata kepada Nabi Saw.: “Sesungguhnya engkau wahai Rasulullah, adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu selain diriku sendiri.”
Nabi Saw.bersabda, ‘Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, sehingga aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri’.
Maka Umar berkata kepada beliau, ‘Sekarang ini engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.’
Kemudian Nabi Saw.bersabda, Sekarang (telah sempurna kecintaanmu (imanmu) padaku) wahai Umar.” (HR Bukhari)
Karena itu, barangsiapa yang kecintaannya kepada Nabi Saw.belum sampai pada tingkat ini, maka belumlah sempurna imannya, dan ia belum bisa merasakan manisnya iman, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Anas ra, dari Nabi Saw., bersabda:
“Ada tiga hal, barang siapa melaksanakan ketiga-tiganya maka ia akan merasakan kelezatan iman: Orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cinta kepada yang lain, orang yang mencintai orang lain hanya karena Allah dan orang yang benci untuk kembali kekafiran sebagaimana benci untuk masuk ke dalam neraka.”
Kedua, Mengapa kita harus mencintai Rasul Saw. ?
Cinta Rasul Saw inilah yang  dengan izin Allah menjadi sebab bagi kita mendapatkan hidayah (petunjuk) kepada agama yang lurus. Karena cinta Rasul pula, Allah menyelamatkan kita dari Neraka, serta dengan mengikuti beliau Saw. , kita akan mendapatkan keselamatan dan kemenangan di akhirat.
Mencintai Nabi Saw saja tidaklah lengkap kecuali kita juga mencintai Keluarga Nabi Saw.
Dalam Hadits shahih diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, berkata, Rasulullah Saw, bersabda:“Cintailah Allah atas anugerah nikmat yang diberikan kepadamu, dan cintailah aku karena cintaku kepada Allah, dan cintailah keluargaku karena kecintaanku kepada mereka.” (Hr. At-Tirmidzy dan al-Hakim).
Adapun cinta kita kepada selain Allah Swt dan Rasul-Nya, termasuk mencintai keluarga, isteri dan anak-anak maka ini adalah jenis cinta duniawi. Sebab cinta itu lahir karena mereka memperoleh kasih sayang dan manfaat materi. Cinta itu akan sirna dengan sendirinya saat datangnya Hari Kiamat. Yakni hari di mana setiap orang berlari dari saudara, ibu, bapak, isteri dan anak-anaknya karena sibuk dengan urusannya sendiri. Dan barangsiapa lebih mengagungkan cinta dan hawa nafsunya kepada isteri, anak-anak dan harta benda duniawi maka cintanya ini akan bisa mengalahkan kecintaannya kepada para ahli agama, utamanya Rasul Saw..
Ketiga, Tanda-tanda Cinta Rasul Saw.
Cinta Nabi Saw. haruslah benar-benar murni dari lubuk hati seorang mukmin dan senantiasa terpatri di hati. Sebab dengan cinta itulah hatinya menjadi hidup, melahirkan amal shalih dan menahan dirinya dari kejahatan dan dosa.
Adapun tanda-tanda cinta sejati kepada Rasul Saw.adalah:
1) Mentaati beliau Saw.dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Pecinta sejati Rasul Saw.manakala mendengar Nabi Saw.memerintahkan sesuatu akan segera menunaikannya. Ia tak akan meninggalkannya meskipun itu bertentangan dengan keinginan dan hawa nafsunya. Ia juga tidak akan mendahulukan ketaatannya kepada isteri, anak, orang tua atau adat kaumnya. Sebab kecintaannya kepada Nabi Saw dan keluarganya.lebih dari segala-galanya. Dan memang, pecinta sejati akan patuh kepada yang dicintainya.
Dari Anas bin Malik RA, “Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi SAW tentang hari kiamat, “Kapankah kiamat datang?” Nabi pun SAW menjawab, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang itu menjawab, “Wahai Rasulullah, aku belum mempersiapkan shalat dan puasa yang banyak, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya SAW” Maka Rasulullah SAW pun bersabda, “Seseorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai.” (HR. Imam Bukhari)
Adapun orang yang dengan mudah-nya menyalahi dan meninggalkan perintah-perintah Nabi Saw.serta menerjang berbagai kemungkaran maka pada dasarnya dia jauh lebih mencintai dirinya sendiri. Sehingga kita saksikan dengan mudahnya ia meninggalkan shalat lima waktu, padahal Nabi Saw.sangat mengagungkan perkara shalat, hingga ia diwasiatkan pada detik-detik akhir sakaratul mautnya. Dan orang jenis ini, akan dengan ringan pula melakukan berbagai larangan-larangan agama yang lainnya. Na’udzubillah min dzalik.
2) Menolong dan mengagungkan beliau Saw., melaui dakwah, mensosialisasikan hadits-hadist Nabi, Riwayat hidup Nabi Saw, menyebarkan dan mengagungkan sunnah-sunnahnya di tengah-tengah kehidupan umat manusia, betapapun tantangan dan resiko yang dihadapinya.
3) Tidak menerima sesuatupun perintah dan larangan kecuali melalui beliau Saw. , rela dengan apa yang beliau tetapkan, serta tidak merasa sempit dada dengan sesuatu pun dari sunnah-nya .
4) Mengikuti Nabi Saw dalam segala halnya. Dalam hal shalat,zakat, puasa, haji-nya,  wudhu, makan, tidur dsb. Juga berakhlak dengan akhlak beliau, dalam kasih sayangnya kepada keluarga, rendah hatinya, kedermawanannya, kesabaran dan zuhudnya dsb.
5) Memperbanyak mengingat dan  bershalawat atas beliau Saw dan keluarganya
Sebagai dzat Yang Maha Segalanya, tentu saja Allah Swt tidak shalat, tidak berpuasa dan tidak berhaji, namun Allah Swt bershalawat kepada Nabi.
Allah Swt bersabda, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [QS Al-Ahzaab: 56]
Dalam hal shalawat Nabi Saw.bersabda:
“Barangsiapa bershalawat atasku sekali, niscaya Allah bershalawat atasnya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
Adapun bentuk shalawat atas Nabi Saw.adalah sebagaimana yang beliau ajarkan. Salah seorang sahabat bertanya tentang bentuk shalawat tersebut, beliau menjawab: “Ucapkanlah:” Ya Allah, bershalawatlah atas Muhammad dan keluarga Muhammad.” (HR. Al-Bukhari No. 6118, Muslim No. 858).
6) Mencintai orang-orang yang dicintai Nabi Saw sebagaimana yang disebutkan hadits dan membenci orang yang dibenci beliau. Lebih dari itu, hendaknya kita mencintai segala sesuatu yang dicintai Nabi Saw, termasuk ucapan, perbuatan dan sesuatu lainnya.
So sahabatku, mencintai Rasulullah Saw. adalah dengan menaati beliau, sabar dalam menghidupkan sunnah-sunnahnya, mengikuti beliau dalam segala hal, mencintai beliau dan orang-orang yang dicintainya dan bershalawat kepadanya.
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah untuk junjungan kita,  manusia Agung, Nabi Muhammad Saw berserta Keluarganya, sahabatnya dan ummat-Nya hingga akhir zaman.
Allahumma shali ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
Semoga Allah Swt senantiasa menganugerahkan kepada kita dan anak keturunan kita, keimanan dan rasa cinta yang tinggi kepada Rasulullah Saw dan keluarganya. sehingga segala apa yang telah beliau tetapkan dapat kita terima dan laksanakan tanpa ada keberatan sedikitpun
Semangat Pagi sahabatku, Alhamdulillah Jum’at, Thanks God it’s Friday. Selamat beraktifitas menjemput rezeki dan jangan lupa untuk membaca surat Al Kahfi atau perbanyak shalawat dan tentu saja saling berlomba dalam kebaikan dan saling berpesan dalam kebenaran dan kesabaran.
Untuk Anda yg sedang dilanda musibah/sakit, Semoga Allah segera mengangkat musibah/ penyakitnya dan menggantinya dgn kesehatan dan kebahagiaan.

Cara Membaca Pikiran Orang

Enak ya kalau kita bisa membaca pikiran orang lain, kita bisa tahu apakah orang tersebut bohong, jujur, baik atau jahat. Sebenarnya sangat mudah buat kita untuk membaca pikiran orang lain, walaupun perlu waktu untuk mempelajarinya.
Namun sebelum saya menjelaskan lebih jauh tentang teknik cara membaca pikiran orang lain baiknya perlu saya sampaikan bahwa ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yang pertama yaitu dengan memalui trik, sedangkan yang kedua dengan ilmu hitam maupun ilmu putih. So pasti cara yang akan saya sampaikan hanya cara yang pertama yaitu melalui trik, karena bila memakai cara yang kedua, jujur saja saya tidak berani disamping saya juga tidak tahu, resikonya pun sangat besar dan takut berdosa he he he.
Oke kita langsung praktek pada cara yang pertama yaitu dengan menggunakan trik, berikut ini penjelasannya :
13317415661529407337
Pertama :
Minta seorang sukarelawan untuk memikirkan satu angka antara 1-100 di dalam tabel ini di dalam hati sebagaimana gambar diatas, tanpa memberitahukannya pada anda, misalkan angka 67
Kedua :
Tunjukkan ketujuh tabel tersebut, dan minta sang sukarelawan menyebutkan di tabel nomor berapa saja angka yang dipikirkannya muncul. Angka 67 akan muncul di tabel nomor 1, 2 dan 7
Ketiga :
Ketika dia menyebutkan tabel yang memuat angkanya, jumlahkan angka-angka di pojok kiri atas tiap-tiap tabel yang memuat angka sang sukarelawan, maka anda dapat menebak angkanya. Dalam kasus ini, 67 muncul di tabel 1, 2, dan 7. Jumlahkan angka-angka di pojok kiri atas tabel no. 1, 2, dan 7. Hasilnya adalah 1+2+64=67. Berarti angka yang dipikirkan sang sukarelawan adalah 67.
Keempat :
Saat anda mengungkapkan angka sang sukarelawan, jangan disebutkan begitu saja. beri kesan seolah-olah anda sedang berpikir secara serius sehingga pertunjukan akan lebih menarik.
Sebenarnya ini adalah trik sederhana dan sudah udah jadul banget….tapi lumayan lah buat teman-teman kompasianer, bosan kan nulis dan baca terus, anggap saja ini sebagai selingan untuk sekedar menghibur diri he he he. Selamat mencoba yach semoga melalui trik ini anda sudah bisa membaca pikiran orang lain, jangan lupa kalau sudah bisa membaca pikiran orang lain tolong kasih kata sambutan dibawah ini he he